Sistem Pengapian Konvensional: Cara Kerja dan Komponennya
14 Februari 2026
Admin
Bagikan
Ini karena pengapian yang tepat mampu membuat pembakaran dari bahan bakar menjadi sempurna dan jumlah emisi gas yang berbahaya akan berkurang. Tentunya ini penting untuk menjaga lingkungan sekitar agar udaranya tetap bersih.
7. Membantu Daya Tahan Mesin Meningkat
Sistem pengapian yang berjalan dengan baik bisa meningkatkan daya tahan mesin motor Anda.
Hal tersebut dapat terjadi karena adanya pembakaran efisien dan pengaturan timing tepat. Dengan demikian suhu mesin lebih terjaga.
Proses tersebut kemudian mengurangi terjadinya kerusakan pada mesin karena suhu yang amat tinggi.
Komponen-Komponen pada Sistem Pengapian Konvensional
Dibutuhkan beberapa komponen untuk membantu sistem pengapian konvensional bekerja. Komponen-komponen tersebut antara lain:
1. Baterai atau Aki
Komponen pertama adalah baterai. Fungsinya sebagai penyedia arus listrik bervoltase rendah. Sekitar 12 volt. Selain berfungsi untuk pengapian, baterai juga berperan dalam sistem kelistrikan kendaraan secara keseluruhan. Misalnya untuk menyalakan lampu atau klakson.
2. Ignition Coil
Baca Juga : Ingat, Pasang Rem Parkir Terlalu Lama Bisa Bikin Kampas Rem Copot
Arus listrik 12 volt yang dihasilkan oleh baterai akan ditingkatkan daya listriknya oleh komponen bernama ignition coil ni.
Daya listrik akan naik sampai 10 kV atau bahkan lebih tinggi. Mengapa penting? Karena tegangan listrik dengan jumlah besar dibutuhkan untuk menghasilkan percikan api.
3. Distributor
Komponen selanjutnya ada distributor. Fungsinya sesuai dengan nama, komponen tersebut akan mendistribusikan arus dan tegangan listrik. Di dalam distributor terdapat berbagai komponen lain, yakni:
- Platina: Fungsinya memutus aliran listrik di kumparan primer yang berada di ignition coil. Platina memungkinkan ignition coil menghasilkan tegangan listrik yang tinggi dari tegangan baterai.
- Nok: Disebut juga sebagai cam. Tugasnya membuka area platina yang ada di bagian poros engkol.
Pembukaannya harus dilakukan secara tepat untuk tiap silindernya. Nok tersebut juga digerakkan poros nok dan terhubung dengan poros distributor.
- Vakum Advancer: Komponen pada sistem pengapian konvensional selanjutnya ada vakum advancer. Fungsinya memajukan saat berlangsungnya pengapian. Proses tersebut sesuai dengan beban mesin motor.
- Kondensor: Fungsi dari kondensor adalah untuk melakukan penyerapan loncatan dari bunga api. Penyerapan tersebut akan memungkinkan tegangan di coil sekunder meningkat.
- Centrifugal Governor Advancer: Komponen lainnya ada centrifugal governor advancer, fungsinya memajukan saat melakukan proses pengapian. Proses tersebut memungkinkan adanya penyesuaian putaran yang diperlukan dari mesin motor.
- Rotor: Selanjutnya ada rotor yang berperan sebagai pembagi arus listrik. Lebih tepatnya, arus bertegangan tinggi yang tadinya dihasilkan ignition coil agar bisa mengalir ke busi.
4. Busi
Komponen ini berfungsi untuk membuat bunga api dari kabel dengan tegangan yang tinggi.