Sistem Pengapian Konvensional: Cara Kerja dan Komponennya

14 Februari 2026

account iconAdmin

Sistem Pengapian Konvensional  Cara Kerja Dan Komponennya

Bagikan

Setidaknya ada lima jenis sistem pengapian, yaitu sistem konvensional, elektronik, Capacitive Discharge Ignition (CDI), magnet, dan Programmed Fuel Injection atau PGMI-FI.. Sistem pengapian konvensional menjadi salah satu yang banyak digunakan. 

Apa itu sistem pengapian konvensional dan bagaimana cara kerjanya? Dalam artikel ini Anda akan mendapatkan informasinya lebih detail. Silakan disimak. 

Mengenal Sistem Pengapian Konvensional 

Sistem pengapian konvensional dilakukan dengan cara menggunakan koil pengapian yang kemudian menghasilkan loncatan bunga api pada komponen busi. Walaupun sederhana, sistem pengapian konvensional ini masih banyak dipakai karena perawatan dan perbaikannya yang mudah. 

Sistem pengapian konvensional sendiri merupakan sistem kelistrikan pada kendaraan yang bersifat ringan. Kinerjanya dibantu oleh banyak komponen. Misalnya baterai, ignition coil, busi, dan masih banyak lagi. 

Fungsi Adanya Sistem Pengapian Konvensional 

Ada beberapa fungsi penting dari sistem pengapian konvensional ini. Fungsi-fungsi sistem pengapian konvensional secara khusus dan umum tersebut adalah:

 

1. Membuat Loncatan dari Bunga Api 

 

Loncatan tersebut dibuat untuk waktu dan kondisi yang tepat. Dengan demikian, pembakaran akan terjadi antara bahan bakar bensin dan udara. 

 

2. Membuat Tegangan Listrik Tinggi 

 

Sistem pengapian konvensional juga berfungsi membuat tegangan listrik tinggi. Kondisi ini penting untuk menciptakan loncatan dari adanya bunga api. 

 

3. Memulai Proses Pembakaran Mesin 

 

Fungsi selanjutnya dari sistem pengapian konvensional adalah untuk proses pembakaran mesin. 

Saat kunci kontak Anda putar, sistem pengapian akan menimbulkan percikan api listrik di area ruang bakar. Percikan tersebut membakar campuran udara dan bahan bakar di silinder. Proses tersebut akan memungkinkan mesin motor hidup.

 

4. Mengatur Waktu Pengapian 

 

Waktu yang sesuai untuk pengapian akan memastikan percikan api terjadi di saat yang tepat. 

Sehingga akan menghasilkan efisiensi dan tenaga yang lebih optimal. Namun bila timing pengapian tidak terjadi secara tepat, maka mesin kurang tenaga, sulit dihidupkan, dan bisa merusak komponen motor. 

 

5. Kontrol untuk Putaran Mesin 

 

Fungsi umum selanjutnya dari sistem pengapian motor adalah sebagai pengontrol putaran mesin. Sistem pengapian yang bagus akan menyesuaikan putaran mesin sehingga sesuai kebutuhan. 

Misalnya ketika sedang melambat atau berakselerasi. Hal tersebut akan memberikan Anda pengalaman berkendara yang lebih responsif dan nyaman. 

 

6. Membantu Berkurangnya Emisi Gas Buang 

 

Sistem pengapian motor yang efisien akan membantu motor mengurangi emisi gas buang. 

Ini karena pengapian yang tepat mampu membuat pembakaran dari bahan bakar menjadi sempurna dan jumlah emisi gas yang berbahaya akan berkurang. Tentunya ini penting untuk menjaga lingkungan sekitar agar udaranya tetap bersih. 

 

7. Membantu Daya Tahan Mesin Meningkat 

 

Sistem pengapian yang berjalan dengan baik bisa meningkatkan daya tahan mesin motor Anda. 

Hal tersebut dapat terjadi karena adanya pembakaran efisien dan pengaturan timing tepat. Dengan demikian suhu mesin lebih terjaga.

Proses tersebut kemudian mengurangi terjadinya kerusakan pada mesin karena suhu yang amat tinggi. 

Komponen-Komponen pada Sistem Pengapian Konvensional 

Dibutuhkan beberapa komponen untuk membantu sistem pengapian konvensional bekerja. Komponen-komponen tersebut antara lain:

 

1. Baterai atau Aki 

 

Komponen pertama adalah baterai. Fungsinya sebagai penyedia arus listrik bervoltase rendah. Sekitar 12 volt. Selain berfungsi untuk pengapian, baterai juga berperan dalam sistem kelistrikan kendaraan secara keseluruhan. Misalnya untuk menyalakan lampu atau klakson. 

 

2. Ignition Coil 

 

Arus listrik 12 volt yang dihasilkan oleh baterai akan ditingkatkan daya listriknya oleh komponen bernama ignition coil ni. 

Daya listrik akan naik sampai 10 kV atau bahkan lebih tinggi. Mengapa penting? Karena tegangan listrik dengan jumlah besar dibutuhkan untuk menghasilkan percikan api. 

 

3. Distributor 

 

Komponen selanjutnya ada distributor. Fungsinya sesuai dengan nama, komponen tersebut akan mendistribusikan arus dan tegangan listrik. Di dalam distributor terdapat berbagai komponen lain, yakni:

  • Platina: Fungsinya memutus aliran listrik di kumparan primer yang berada di ignition coil. Platina memungkinkan ignition coil menghasilkan tegangan listrik yang tinggi dari tegangan baterai. 
  • Nok: Disebut juga sebagai cam. Tugasnya membuka area platina yang ada di bagian poros engkol. 

Pembukaannya harus dilakukan secara tepat untuk tiap silindernya. Nok tersebut juga digerakkan poros nok dan terhubung dengan poros distributor. 

  • Vakum Advancer: Komponen pada sistem pengapian konvensional selanjutnya ada vakum advancer. Fungsinya memajukan saat berlangsungnya pengapian. Proses tersebut sesuai dengan beban mesin motor. 
  • Kondensor: Fungsi dari kondensor adalah untuk melakukan penyerapan loncatan dari bunga api. Penyerapan tersebut akan memungkinkan tegangan di coil sekunder meningkat. 
  • Centrifugal Governor Advancer: Komponen lainnya ada centrifugal governor advancer, fungsinya memajukan saat melakukan proses pengapian. Proses tersebut memungkinkan adanya penyesuaian putaran yang diperlukan dari mesin motor.
  • Rotor: Selanjutnya ada rotor yang berperan sebagai pembagi arus listrik. Lebih tepatnya, arus bertegangan tinggi yang tadinya dihasilkan ignition coil agar bisa mengalir ke busi.

 

4. Busi 

 

Komponen ini berfungsi untuk membuat bunga api dari kabel dengan tegangan yang tinggi. 

 

5. Distributor Cap 

 

Komponen distributor cap berfungsi membagikan arus listrik dari rotor ke kabel. Jadi, tiap komponen busi bisa menghasilkan percikan api yang dibutuhkan untuk pengapian. 

 

6. Kabel dengan Tegangan Tinggi 

 

Komponen ini berperan sebagai pengalir arus listrik dari ignition coil ke busi. Tegangan listrik yang dialirkan tinggi. 

Baca Juga : Cara Mengecek Dinamo Ampere Mobil dan Ciri Kerusakannya

Cara Kerja dari Sistem Pengapian Konvensional 

Untuk mengenal lebih dekat mengenai sistem pengapian konvensional, berikut kami berikan informasi mengenai cara kerjanya.

 

1. Kontak dalam Kondisi On 

 

Sistem pengapian akan bekerja ketika kontak kendaraan sedang on atau menyala Komponen main relay dan ignition relay turut aktif. Kemudian arus listrik akan muncul yang mengalir dari aki atau baterai. 

Arus tersebut masuk kumparan primer dan sekunder yang berada di ignition coil. Arus listrik yang hanya dialirkan tersebut tidak menyebabkan perubahan tegangan. 

 

2. Saat Posisi Sedang Start 

 

Saat flywheel ada di dalam sistem starter maka sistem pengapian akan memutus arus. Rangkaian tersebut sudah terhubung dengan crankshaft mesin. Dengan demikian putaran mesin bisa menyesuaikan RPM. 

Nok yang ada di dalam distributor mempunyai jumlah yang sama dengan silinder mesin. Sehingga saat berputar, kaki platina tersentuh. 

Kontak point pun terjadi dan kontak primer terputus. Pergerakan tersebut terjadi secara singkat. Dari proses pemutusan arus hingga meningkat. Kemudian tegangan listrik tinggi dialirkan ke komponen busi dan percikan api pun muncul.

Adanya percikan api akan memungkinkan mesin kendaraan digunakan sesuai dengan kebutuhan Anda. 

Itulah penjelasan mengenai sistem pengapian konvensional pada motor. Dengan memahaminya Anda akan lebih mengenal motor. Sehingga bisa merawatnya dengan baik. Ingat, setiap komponen pada kendaraan bisa bermasalah dan memengaruhi kinerja motor secara keseluruhan. 

Oleh karena itu pastikan Anda melakukan pengecekan secara berkala untuk menghindari masalah yang lebih besar. 

Kinerja motor pun tetap terjaga dengan baik dan menjamin keselamatan serta kenyamanan Anda dalam berkendara. Dapatkan berbagai informasi mengenai sistem pada kendaraan Anda hanya di suzuki.co.id.

 

Sumber gambar:

ilmarinfoto - https://www.shutterstock.com/image-photo/mechanics-hand-holding-ignition-distributor-cap-2056799579?trackingId=d261bfd7-196e-4a8a-ae08-e066924f3c7d&listId=searchResults

Pricelist Icon Price List Dealer Halo Suzuki Icon Test Drive/Ride
Chat Icon