Penyebab Sepeda Motor Turun Mesin
19 Januari 2026
Admin
Bagikan
Maka dari itu, hanya lakukan modifikasi di bengkel spesialis yang paham perhitungan mesin. Pastikan upgrade komponen pendukung berjalan seimbang. Anda sebaiknya tidak mengganti komponen sembarangan, agar motor juga tetap aman.
6. Cara Berkendara yang Merusak Mesin
Gaya berkendara sangat mempengaruhi umur mesin. Kebiasaan seperti menarik gas mendadak, sering rpm tinggi, atau menggeber motor saat mesin masih dingin bisa membuat gesekan dan suhu meningkat cepat.
Saat mesin belum optimal, oli belum bersirkulasi sempurna, sehingga komponen bekerja dengan pelumasan minim.
Jika dilakukan terus menerus, ring piston dan dinding silinder cepat aus, kompresi turun, dan akhirnya motor mengarah pada kondisi turun mesin.
Oleh karena itu, panaskan motor secukupnya sebelum digunakan. Selain itu, hindari kebiasaan rpm tinggi terlalu lama. Sesuaikan gaya berkendara dengan kondisi jalan.
7. Terlalu Sering Membawa Beban Berlebih
Membawa beban berlebih secara terus-menerus, misalnya sering boncengan sambil membawa barang berat, apalagi melewati tanjakan atau jalan menanjak, membuat mesin bekerja lebih keras dari kapasitas normalnya.
Beban mesin meningkat, suhu lebih cepat naik, dan komponen seperti ring piston serta dinding silinder mengalami gesekan lebih intens.
Baca Juga : Mengenal Fungsi Pulley Depan dan Belakang di Motor Matic
Jika kondisi ini berlangsung lama tanpa perawatan ekstra, risiko mesin cepat aus meningkat dan pada akhirnya bisa berujung pada mesin yang turun.
Maka dari itu, sebaiknya hindari membawa muatan melebihi batas anjuran pabrikan. Namun jika terpaksa sering membawa beban berat, servis dan ganti oli lebih disiplin. Pastikan sistem pendinginan bekerja optimal (khusus motor radiator).
Turun mesin pada sepeda motor umumnya bisa dicegah jika Anda disiplin merawat kendaraan.
Penyebab yang paling sering memicu mesin motor turun adalah telat ganti oli, jarang servis, sering menerjang banjir (water hammer), coolant tidak diganti, modifikasi tanpa perhitungan, gaya berkendara yang kasar dan bawa beban berlebih.
Jika motor mulai menunjukkan gejala seperti asap putih, mesin kasar, tenaga drop, atau overheating berulang, segera lakukan pengecekan di bengkel Suzuki terdekat. Semakin cepat masalah ditangani, semakin besar peluang Anda menghindari biaya besar akibat turun mesin.
Sumber gambar:
Deka Visual - https://www.shutterstock.com/image-photo/sumedang-indonesia-july-1-2025-team-2648080291