Ciri-Ciri Bearing Shockbreaker Motor Rusak

15 April 2026

account iconAdmin

Cropped Image1759206904195

Bagikan

 

6. Ban Aus Secara Tidak Merata 

 

Kerusakan pada shockbreaker akan menyebabkan tekanan pada ban menjadi tidak seimbang. 

Kondisi tersebut bisa Anda lihat melalui pola aus yang tidak sama antara sisi kiri dan kanan atau belakang dan depan. 

 

7. Shockbreaker Terasa Lentur 

 

Apabila shockbreaker motor Anda berayun secara berlebihan saat berkendara di jalan tidak rata atau berlubang, maka hati-hati. 

Kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa kemampuan shockbreaker dalam meredam guncangan sudah hilang. Shockbreaker yang lentur akan menyebabkan stabilitas dan kontrol berkurang. 

 

8. Muncul Bau Tidak Wajar 

 

Salah satu tanda yang mudah untuk diketahui adalah munculnya bau tidak wajar, yaitu seperti terbakar yang sangat menyengat atau bau oli gosong. Bau tersebut berasal dari mesin dan shockbreaker belakang. 

Oli yang mengalami kebocoran dari shockbreaker biasanya menjadi akibat dari munculnya bau ini. 

Baca Juga : Kenapa Putaran Mesin Motor Tidak Stabil saat Dinyalakan?

Oli bocor menetes ke area knalpot atau komponen mesin yang sedang panas. Misalnya blok mesin. Karena interaksi tersebut, bau terbakar pun muncul. 

Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan asap, kebakaran kecil, dan kebocoran oli dalam tahap yang sudah parah.

Selain itu, bau gosong juga muncul karena gesekan yang terjadi secara berlebihan di shockbreaker. Komponen tersebut dalam kondisi kering dan tidak terlumasi dengan maksimal. 

Jika Anda mengalami hal ini, maka segera stop berkendara dan periksa secara teliti sumber baunya. 

Merawat Shockbreaker Motor 

Agar shockbreaker Anda tidak cepat mengalami kerusakan, sebaiknya menerapkan perawatan berikut:

  1. Rutin membersihkan motor termasuk pada bagian shockbreaker. Rutin mencuci akan mencegah terjadinya penumpukan kotoran. Penumpukan tersebut bisa menyebabkan kerak dan mengganggu performa. 
  2. Berkendara bijak dengan mengurangi kecepatan di jalan tidak rata atau bergelombang. Tindakan tersebut akan mencegah komponen shockbreaker mendapatkan tekanan yang besar. Tekanan bisa menyebabkan shockbreaker cepat mengalami keausan. 
  3. Jika Anda ingin shockbreaker lebih awet, sebaiknya hindari menggunakan anting shockbreaker walau tampilannya akan bagus. 

Memasang anting shockbreaker akan mengurangi kenyamanan penumpang dan merusak bahkan menyebabkan shockbreaker patah. 

  1. Membawa beban sesuai dengan kapasitas shockbreaker motor. Tindakan ini akan membantu shockbreaker lebih awet dan tidak cepat rusak. 
  2. Mengganti oli secara teratur setiap 15.000-20.000 kilometer. Bisa juga mengacu pada tahun pemakaian, yakni setiap 2-3 tahun. Shockbreaker sendiri membutuhkan oli khusus, jadi pastikan Anda menggunakan oli yang sesuai dengan spesifikasi. 

Membiarkan shockbreaker rusak bukannya tindakan yang bijak. Maka dari itu jika Anda merasakan ada perbedaan dan ciri-ciri kerusakan ada pada motor Anda, segera ke bengkel resmi Suzuki. 

Teknisi profesional akan membantu Anda memperbaikinya. Dapatkan berbagai informasi kendaraan lainnya hanya di website Suzuki. 

 

Sumber gambar:

chanonnat srisura - https://www.shutterstock.com/image-photo/closeup-old-shock-absorbers-motorcycle-1876857415

Pricelist Icon Price List Dealer Halo Suzuki Icon Test Drive/Ride
Chat Icon