Ciri-Ciri Bearing Shockbreaker Motor Rusak
15 April 2026
Admin
Bagikan
Berikut adalah beberapa dampak yang bisa Anda alami jika bearing shockbreaker rusak:
1. Terjadinya Guncangan
Ingat, fungsi utama dari shockbreaker adalah sebagai penyerap guncangan. Apabila mengalami kerusakan, maka Anda bisa merasakan guncangan dari jalanan secara langsung sehingga kenyamanan berkendara akan berkurang.
2. Ban Motor Aus Tidak Rata
Kerusakan pada shockbreaker bisa menyebabkan ban motor Anda aus dengan tidak merata. Akhirnya usia ban pun berkurang dan menyebabkan ketidakseimbangan.
3. Memengaruhi Kestabilan Berkendara
Selain dua dampak di atas, shockbreaker yang sudah rusak juga bisa menyebabkan kendaraan Anda tidak stabil. Bahkan sulit untuk Anda kontrol, terutama di jalan yang tidak rata atau berlubang.
4. Mengancam Keselamatan
Baca Juga : Kenapa Putaran Mesin Motor Tidak Stabil saat Dinyalakan?
Kemampuan motor Anda dalam menghadapi situasi darurat akan berkurang karena kerusakan shockbreaker. Misalnya saat Anda harus mengerem secara mendadak. Dampak ini sangat berbahaya karena mengancam keselamatan Anda.
5. Merusak Komponen Suspensi Lain
Saat shockbreaker rusak, bukan tidak mungkin komponen suspensi lainnya bisa ikut rusak. Misalnya bantalan dan per. Sehingga Anda harus merogoh kocek dalam untuk melakukan perbaikan.
Ciri-Ciri Kerusakan Bearing Shockbreaker Motor
Membaca berbagai dampak di atas, tentunya Anda tidak ingin mengalaminya bukan? Oleh karena itu penting mengetahui ciri-ciri kerusakan pada bearing shockbreaker motor.
Dengan mengetahuinya, Anda bisa segera mengambil keputusan dan tindakan tepat sehingga tidak merusak motor lebih parah serta mengancam keselamatan Anda. Berikut adalah beberapa ciri-cirinya:
1. Adanya Kebocoran pada Oli
Ciri pertama dari kerusakan shockbreaker adalah kebocoran oli. Tanda ini paling mudah Anda lihat dengan mata. Oli sendiri berfungsi sebagai peredam utama. Jika kondisinya normal, maka oli akan tersegel dengan rapat oleh komponen oli seal.
Namun seiring berjalannya waktu, komponen tersebut bisa mengalami perubahan kondisi. Ini karena beban kerjanya yang berat, terpapar oleh suhu panas secara terus menerus, dan terpapar air serta debu. Seal pun retak, aus, dan mengeras.