Water Jacket: Fungsi dan Penyebab Kerusakannya
07 Oktober 2021
Admin
Bagikan
Air pendingin yang suhunya kembali seperti semula akan dialirkan kembali ke dalam water jacket. Begitulah prosesnya selalu berulang sehingga suhu dari mesin tidak akan menjadi terlalu tinggi.
Coolant telah dirancang secara khusus supaya mampu melewati semua kanal-kanal water jacket dengan baik dan memiliki sirkulasi yang baik. Begitu juga dengan mantel air, semua kanalnya dibuat agar bisa mengelilingi mesin dan air dapat mengalir dengan mudah.
Air pendingin ini digerakkan oleh pompa sehingga dapat bersirkulasi di dalam mantel air dan kembali ke radiator. Kinerja sistem pendingin ini tidak dapat berjalan lancar jika mantel air mengalami mampet atau ada yang rusak.
Efeknya tentu akan membuat cairan pendingin tidak berjalan dengan lancar. Padahal mesin tidak boleh panas, temperatur normalnya hanyalah 85 - 95 derajat Celcius. Ketika mesin terlalu tinggi maka konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang meningkat.

Baca Juga : Ini Dia Bagian Komponen Mesin Mobil dan Fungsinya
Penyebab Rusaknya Water Jacket
Semua komponen dalam sistem pendingin harus dalam keadaan baik karena masing-masing memiliki peranan yang penting. Misalnya saja termostat yang menjadi alat kontrol temperatur kerja cairan pendingin.
Termostat akan menutup katup jika temperatur turun dan tidak bersirkulasi supaya dapat menyerap panas mesin. Sedangkan ketika cairan mulai memanas maka termostat akan membuka katup.
Cairan pendingin yang digunakan pun tidak boleh sembarangan. Diperlukan cairan pendingin khusus yang dapat bertahan pada suhu panas mesin secara terus menerus tanpa mengalami kerusakan.
Kerusakan termostat atau salah menggunakan coolant akan berdampak besar bagi water jacket. Kedua hal tersebut bisa saja menjadi penyebab water jacket rusak. Kenali lebih lanjut apa jenis kerusakan pada mantel air dan juga penyebabnya.