Sistem Transmisi: Jenis, Komponen dan Cara Kerjanya
14 Maret 2026
Admin
Bagikan
Sistem transmisi CVT makin populer karena konsumsi bahan bakar yang dihasilkan lebih baik jika dibandingkan torque converter.
Kelebihan lainnya dari sistem transmisi CVT adalah perpindahan gigi yang halus, nyaman digunakan, suara mesin tidak berisik, bahan bakar irit, dan putaran mesin terjaga baik..
Sementara itu untuk kekurangannya antara lain: Lamban saat dikendarai, tidak cocok untuk performa ugal-ugalan, penggantian oli berkala, kurang cocok untuk medan tanjakan yang tajam.
5. Sistem Transmisi Otomatis Automatic Gear Shift
Konsep dari sistem transmisi automatic gear shift adalah mengintegrasikan aktuator hidrolik yang proses operasinya lewat Electronic Control Unit (ECU) dan Transmission Control Module (TCM). ‘
Keduanya bertugas sebagai pengontrol kinerja kopling dan perpindahan gigi. Proses tersebut disesuaikan dengan putaran dari mesin.
Cara kerjanya memang mirip dengan sistem transmisi manual, yang membedakan dalam transmisi ini tidak ada pedal ketiga.
Komponen-Komponen Utama di dalam Sistem Transmisi Mobil

Baca Juga : Agar Tetap Nyaman, Selalu Ingat Jadwal Spooring dan Balancing Roda Mobil Anda
Walaupun terdapat banyak jenis sistem transmisi, tetapi secara umum terdapat komponen utama yang dimiliki semua jenis transmisi. Berikut beberapa komponen utama yang dapat Anda temukan di dalam sistem transmisi:
1. Main Gear
Komponen pertama ada main gear yang letaknya di main shaft. Terdapat perantara bearing di sana.
Untuk jumlahnya sesuai dengan tingkat kecepatan yang dimiliki transmisi. Fungsi main gear sendiri memungkinkan kesesuaian tingkat kecepatan gear ratio dan counter gear.
2. Counter Gear
Komponen satu ini terdiri dari beberapa gear yang menjadi satu. Jumlahnya sendiri disesuaikan dengan tingkat kecepatan.
Sementara itu untuk fungsi utamanya adalah memindahkan putaran dari input shaft atau main drive gear ke main gear. Kemudian menciptakan gear ratio.