Rem Motor Terasa Berbeda Setelah Perjalanan Jauh, Ini Penyebabnya
30 Maret 2026
Admin
Bagikan
Jika sudah menipis di bawah batas aman, daya cengkeramnya akan berkurang. Untuk mendapatkan efek pengereman yang sama, Anda perlu menarik tuas rem lebih kuat lagi. Hal ini bisa berbahaya dalam situasi darurat yang membutuhkan respons cepat.
Selain itu, membiarkan kampas rem aus hingga benar-benar habis dapat menyebabkan pelat besi di belakang kampas bergesekan langsung dengan piringan cakram, yang bisa merusak piringan tersebut dan memerlukan biaya perbaikan yang jauh lebih mahal.
4. Minyak Rem Terkontaminasi
Minyak rem adalah darah bagi sistem pengereman hidrolik. Sifatnya yang higroskopis, atau mudah menyerap air dari udara, adalah kelemahan utamanya. Seiring waktu, kandungan air dalam minyak rem akan semakin tinggi.
Air memiliki titik didih yang jauh lebih rendah daripada minyak rem. Akibatnya, ketika rem bekerja keras dan menghasilkan panas, air yang terkontaminasi dalam minyak rem akan lebih mudah mendidih dan memicu vapor lock.
Selain itu, minyak rem yang sudah terlalu tua dan kotor juga bisa merusak komponen karet seperti seal pada kaliper dan master rem dari dalam.
Oleh karena itu, penggantian minyak rem secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan (biasanya setiap 2 tahun sekali atau 20.000 km) adalah hal yang mutlak.
5. Kebocoran Sistem Pengereman
Baca Juga : Alasan Suzuki Burgman Street 125EX Cocok untuk Digunakan Touring
Sistem rem hidrolik adalah sistem tertutup yang mengandalkan tekanan fluida. Kebocoran, sekecil apa pun, akan sangat membahayakan.
Kebocoran bisa terjadi pada selang rem yang getas atau retak, pada seal di kaliper rem yang aus, atau pada area sambungan di master rem. Kebocoran menyebabkan volume minyak rem berkurang, sehingga tekanan hidrolik tidak bisa terbentuk secara optimal.
Akibatnya, tuas rem bisa terasa lembek atau bahkan tidak berfungsi sama sekali jika minyak rem sudah habis.
Periksa secara rutin area di sekitar kaliper, selang, dan master rem. Jika Anda menemukan rembesan oli atau area yang basah, itu adalah tanda bahaya yang harus segera ditangani.
6. Kotoran/Karat pada Komponen Rem
Motor yang jarang digunakan atau sering terparkir di luar ruangan rentan mengalami penumpukan kotoran dan karat.