Torque Converter: Fungsi, Komponen dan Cara Kerjanya
10 Maret 2021
Admin
Bagikan
- Bekerja sebagai kopling otomatis dalam mobil matic, di mana akan menghubungkan mesin dengan transmisi secara hidrolik.
- Bekerja sebagai peredam ketika terjadi getaran atau kejutan pada mesin, sehingga perpindahan tenaga terasa halus.
- Bekerja untuk meningkatkan momen yang dihasilkan mesin.
- Bekerja untuk meratakan putaran pada mesin sehingga mencegah terjadinya stall atau lug.
Perlu Anda ketahui juga bahwa alat ini tak hanya digunakan pada mobil saja, tetapi juga jadi komponen penting pada alat berat. Mengingat sistemnya yang hidrolik ini mampu meningkatkan torque ketika terdapat output yang jadi beban.
Komponen yang Terdapat dalam Torque Converter
Baca Juga : Komponen Gardan dalam Sistem Pemindahan Tenaga Mobil
Kopling hidrolik ini memiliki beberapa komponen di dalamnya yang akan bekerja untuk memenuhi fungsinya. Ada lima komponen yang terdapat pada alat ini. Berikut macam-macam komponen dan penjelasannya
- Pompa Impeller
Bagian ini adalah kipas pertama yang akan bergerak bersama-sama sesuai dengan putaran poros engkol. Pompa Impeller dipasang dengan poros engkol pada drive case. Jadi ketika porosnya berputar, pompa impeller juga akan berputar.
Nantinya ketika terjadi putaran, akan muncul energi kinetik yang dihasilkan. Energi ini adalah gaya sentrifugal pada minyak transmisi otomatis. Di mana minyak ini nantinya akan terlempar dan menggerakkan sudu-sudu turbine runner.
Apabila diterapkan lagi, pompa impeller ini memiliki beberapa bagian yaitu guide ring dan juga vane. Guide ring adalah bagian yang fungsinya membuat celah sehingga aliran minyak transmisi otomatis jadi lancar. - Cover Konverter
Merupakan wadah dari komponen secara keseluruhan yang akan menutup turbin dan pompa impeller. Sehingga ketika mesin berputar, aliran dari fluida tidak akan keluar yang menjadikannya kebocoran.
Ketika terjadi kebocoran, maka transmisi otomatis pada mobil matic tidak akan bekerja. Cover ini dihubungkan dengan beberapa komponen konverter seperti impeller pump dan flywheel mesin dengan baut.
Nantinya ketika mesin hidup, maka cover ini juga akan berputar. Biasanya kerusakan yang sering terjadi pada konverter adalah bagian cover ini yang sudah usang atau retak sehingga terjadi kebocoran. - Turbine
Disebut juga sebagai turbine runner yang merupakan kipas kedua yang berhadap-hadapan dengan pompa impeller. Fungsi dari turbine ini adalah untuk menerima tenaga yang memiliki tekanan dari aliran fluida minyak transmisi.
Nantinya minyak transmisi otomatis yang diterima oleh turbin akan diubah dari energi kinetis menjadi energi mekanik. Dilihat dari bentuknya hampir mirip dengan pompa impeller. Yang membedakan adalah peletakannya yang mengambang di dalam cover.
Bagian tengahnya juga dihubungkan dengan poros input transmisi. Di mana ketika turbin berputar, maka poros tersebut juga ikut berputar. - Stator
Komponen torque converter ini terletak di antara pompa impeller dan turbin, jadi berada di antara dua kipas yang berhadap-hadapan. Bentuknya juga seperti kipas yang memiliki fungsi utama untuk mengalirkan fluida minyak transmisi, yang tadinya dari turbin kembali lagi ke pompa impeller.
Minyak yang dalam keadaan masih memiliki tekanan akan diarahkan kembali pada pompa impeller. Tujuannya adalah untuk meningkatkan tenaga putaran yang terdapat pada pompa impeller.
Pemasangan stator ini ada pada poros yang diikatkan ke transmisi cas dari one way clutch. Fungsi dari one way clutch sendiri adalah supaya stator memiliki putaran yang searah dengan pompa impeller.
Ketika stator memiliki putaran yang berlawanan dari pompa impeller, maka minyak transmisi tidak akan mengalir pada pompa impeller. Namun minyak justru akan kembali lagi pada turbin sehingga laju fluid akan terhambat - Lock Up Clutch
Bagian torque converter ini fungsinya adalah menghubungkan turbin dengan cover pada RPM tertentu. Tujuannya agar perbandingan putaran antara flywheel dan transmisi tetap sama.