Memahami Cara Kerja Mesin 4 Tak dengan Mudah
14 Januari 2026
Admin
Bagikan
Mesin 4 tak adalah jenis mesin pembakaran dalam yang menyelesaikan satu siklus kerja melalui empat langkah piston di dalam silinder, yaitu hisap, kompresi, pembakaran, dan buang.
Disebut empat tak karena piston bergerak naik dan turun sebanyak empat kali untuk menyelesaikan satu siklus pembakaran penuh, yang melibatkan dua putaran poros engkol.
Karakteristik ini membuat mesin 4 tak banyak diaplikasikan pada kendaraan modern karena tenaga yang dihasilkan cenderung halus, stabil, dan efisien. Mesin 4 tak juga memiliki konsumsi bahan bakar yang lebih ekonomis dan emisi gas buang yang lebih rendah dibanding mesin 2 tak.
Prinsip Dasar Cara Kerja Mesin 4 Tak
Mesin 4 tak bekerja dengan memanfaatkan pembakaran campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang bakar, yang kemudian diubah menjadi energi mekanik. Proses ini berlangsung secara berulang dan teratur melalui empat tahap utama, yaitu:
1. Langkah Hisap (Intake Stroke)
Piston bergerak dari titik mati atas ke titik mati bawah. Katup masuk terbuka, sedangkan katup buang tertutup. Gerakan piston menciptakan tekanan rendah di dalam silinder sehingga campuran udara dan bahan bakar masuk ke ruang bakar.
Baca Juga : Apa itu Aditif Oli untuk Mesin Motor? Bahaya atau Bermanfaat?
Proses hisap yang optimal sangat menentukan kualitas pembakaran pada tahap berikutnya. Campuran udara dan bahan bakar yang tepat membantu mesin menghasilkan tenaga lebih efisien serta mengurangi residu pembakaran.
2. Langkah Kompresi (Compression Stroke)
Setelah campuran masuk, piston bergerak naik kembali ke titik mati atas dengan kedua katup tertutup rapat. Campuran udara dan bahan bakar terkompresi untuk meningkatkan tekanan dan suhu, sehingga pembakaran dapat terjadi maksimal.
Tingkat kompresi yang tepat menentukan efisiensi bahan bakar, daya yang dihasilkan, dan kestabilan performa mesin 4 tak.
3. Langkah Pembakaran (Power Stroke)
Ini merupakan inti proses kerja mesin 4 tak. Saat piston berada di titik mati atas, busi memercikkan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang telah terkompresi.
Ledakan pembakaran mendorong piston ke bawah dengan kuat, menghasilkan energi mekanik yang diteruskan ke poros engkol. Energi inilah yang digunakan untuk menggerakkan kendaraan.