Apa Perbedaan Efek Engine Brake pada Mobil Manual vs Otomatis?
30 April 2026
Admin
Bagikan
Itulah mengapa pengemudi mobil matic cenderung bergantung pada rem kaki. Bagi Anda yang menggunakan mobil matic dan terdapat fitur overdrive atau OD sebaiknya jangan diaktifkan saat Anda melakukan engine brake.
Sebagai gantinya, Anda bisa menurunkan posisi tuas transmisi secara bertahap. Dari D ke D3 ke D2 ke D1 atau low. Tindakan tersebut bisa membantu transmisi untuk menahan laju dari mobil tanpa membebani rem kaki terlalu berat.
Penggunaan Engine Brake pada Mobil Manual dan Matic
Terdapat perbedaan dalam mengaktifkan engine brake pada mobil matic dan manual. Berikut langkah-langkah yang dapat Anda ikuti untuk mengaktifkan engine brake berdasarkan jenis transmisi mobil Anda:
1. Mengaktifkan Engine Brake pada Mobil Manual
Baca Juga : Minimalis dan Stylish! Ini Alasan Suzuki S-Presso Cocok Untuk Anda
Untuk mobil manual, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut:
- Melepaskan kaki dari pedal gas untuk mengurangi aliran BBM ke mesin. Proses ini juga membantu mengurangi laju kendaraan.
- Melepaskan pedal kopling secara pelan-pelan. Tindakan ini penting agar memastikan bahwa perpindahan gigi berjalan dengan lancar dan tidak menyebabkan efek kejut.
Efek tersebut bisa mengganggu kenyamanan Anda dalam berkendara.
- Menurunkan gigi secara bertahap. Misalnya dari gigi 4 ke 3, kemudian lanjut ke gigi 2 dan seterusnya.
Lakukan sampai mencapai gigi yang lebih rendah sesuai kebutuhan Anda. Tindakan ini bisa memperlambat kecepatan kendaraan walaupun Anda tidak menginjak rem.
- Menggunakan pedal rem dan kopling untuk berhenti sepenuhnya
Ingat, selama menggunakan engine brake, jangan menginjak pedal gas karena bisa merusak mesin. Selain itu, pastikan perpindahan gigi dilakukan secara bertahap dan jangan menurunkan gigi terlalu terburu-buru.